5 Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal

Monday, 11 February 2013
Posted by Unknown

Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal – Hantu merupakan hal yang sangat mistis yang sangat dipercayai oleh sebagain orang timur namun orang barat juga ada yang percaya akan keberadan hantu yang sering menampakan diri. Nah berikut ini ada beberapa kisah hantu wanita yang menjadi cerita yang menakutkan akibat dari kematian mereka sangat teragis dan menyeramkan, penasaran kisah hantu wanita apa aja yang sangat terkenal simak 5 Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal berikut ini.
1. Elva Zona Shue
5 Hantu Wanita Paling Terkenal
Elva Zona Shue dikenal Hantu Greenbrier, Kota virginia Barat, Amerika Serikat. Dia tersohor sebab mengungkap sendiri kasus kematiannya. Perempuan ini dibunuh oleh suaminya sendiri lantaran tidak membuat masakan disukai dia.
Hanya ibu Zona, Mary Jane Heaster, curiga menantunya membunuh putri kesayangannya. Tapi Mary Jane tak punya bukti. Hanya saja selama empat malam berturut-turut dia didatangi hantu Zona menceritakan perlakuan buruk suaminya hinga dirinya tewas dengan kepala terbalik.
Dari peristiwa itu Mary Jane meminta pengadilan setempat untuk membongkar lagi kasus kematian putrinya. Lewat penyelidikan detil, akhirnya suami Zona dibekuk dengan tuduhan pembunuhan istrinya sendiri.
Sejak suaminya tertangkap, hantu Zona tidak lagi datang. Kisahnya terus diceritakan kembali oleh masyarakat.
2. Marie Laveau
Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal
Marie Laveau dikenal pendeta Voodoo dan menguasai ilmu hitam. Dia tersohor di pertengahan tahun 1800-an. Leavue dukun paling kuat dan mampu memerintahkan alam gaib di bawah kendalinya. Makam perempuan ini merupakan tempat paling angker di Kota New Orleans, Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat.
Hantu Laveau bakal muncul di hadapan mereka yang berani mengetuk ruang bawah tanah di sebuah toko menjual barang-barang perdukunan. Toko ini pernah menjadi tempat tinggal perempuan itu. Jangan lupa untuk membawa sesaji yakni susunan jagung, alkohol, bunga, dan memuja patung dirinya.
3. Kate Morgan
Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal
Kate Morgan merupakan hantu perempuan muda penghuni ruang Picturesque, Hotel Beachside del Coronado, di Negara Bagian california, Amerika. Pada 1892, Morgan ditemukan tewas dengan peluru bersarang di kepalanya. Tangan dia menggenggam pistol. Awalnya semua orang menduga dia bunuh diri, hingga akhirnya ditemukan fakta, pistol dan peluru tidak sepasang. Pelaku pembunuhan Morgan hingga kini belum ditemukan.
Para karyawan hotel dan tamu sering melihat hantu Morgan. Kehadirannya bisa dirasakan lewat buku terkadang berputar tiba-tiba tanpa seorang menyentuhnya atau pembuang air di toilet berbunyi sendiri.
4. Dolly Madison
Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal
Dolly Madison merupakan istri dari Presiden Amerika Serikat keempat James Madison. Dia perempuan menolak pindah dari Gedung Putih lantaran memiliki taman indah. Dolly memang hobi menata kebun. itu dilakukannya hingga ia meninggal.
Saat Woodrow Wilson menjabat, dia dan istrinya Edith hendak menata ulang kebun milik Dolly. Hantu Dolly tidak terima jika ada seorang merusak tanamannya. Arwahnya muncul dan membuat seluruh tukang kebun lari ketakutan. Akhirnya perombakan itu dihentikan.
Hingga kini, Dolly masih menjaga tanamannya. Sesekali dia menampakkan diri berjalan melihat kebun bunga dibangun sendiri oleh dia. Ini sekaligus menjawab kenapa Gedung Putih tidak pernah merubah tata halamannya.
5. Si Manis Jembatan Ancol
Kisah Hantu Wanita Paling Terkenal
Si Manis Jembatan Ancol dikenal bernama Mariam atau Siti Ariah. Menurut cerita, dia seorang gadis desa diperkosa beramai-ramai oleh pemuda mabuk. Lalu mereka membunuh Mariam dan melempar mayatnya ke bawah jembatan Ancol.
Sejak itu, masyarakat sering melihat penampakan perempuan cantik berjalan sendirian tengah malam, di daerah sekitar Ancol. Para tamu Hotel Horison sering mendapat laporan adanya sosok Mariam berjalan, lalu menghilang. Pihak hotel konon membuat kamar khusus untuk dirinya.
Mariam juga dikenal di mancanegara. Beberapa media asing pernah mengulasnya sebagai legenda urban masyarakat Jakarta.




Hantu di indonesia sebenarnya banyak macamnya.dan setiap daerah di indonesia juga mempunya istilah sendiri untuk jenis hantu tersebut.tapi menurut beberapa orang nama hantu itu sebenarnya hanya istilah yang dipakai manusia saja sedangkan si hantunya sendiri adalah perwujudan dari jin atau makhluk halus.secara jin kan bisa gonta-ganti muka hehe.ok berikut dibawah ini ada beberapa hantu yang ada di indonesia sihkan cekidot gan.

1.Genderuwo


Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya “gandaruwo” dan orang Jawa menyebutnya “gendruwo”). Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di Hutan Jati Donoloyo, kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

2.Kuntilanak



Sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.
Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”.

3.Kuyang



Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi. Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar.
Untuk menghadapinya korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.

Kisah Nyata Asal Usul Hantu Sadako di Jepang

Saturday, 9 February 2013
Posted by Ahmad Aidi
Tag :



Sadako Sasaki lahir 7 Januari 1943; hidupnya yang singkat berakhir pada 25 Oktober 1955. Ketika ia berusia dua tahun, sebuah bom atom dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang. Sadako tinggal dekat Misasa Bridge di Hiroshima tempat bom dijatuhkan pada tanggal 6 Agustus 1945. Saat itu dia tak tahu bahwa dirinya telah menjadi korban radiasi pasca pemboman.
Sadako adalah seorang anak yang cerdas, ceria, sangat energik, mungkin istilah yang tepat adalah “pecicilan”, hingga orang tuanya selalu mengingatkan agar ia duduk manis barang sejenak. Sadako sangat suka berlari-larian. Ia sangat menikmati menjadi bagian dari “tim lari estafet” di sekolahnya. Hingga dia tak memberitahu siapapun bahwa dia mulai merasakan pusing saat berlari. Satu saat, ia terjatuh di depan para guru, hingga dipanggillah orang tuanya datang ke sekolah. Tanggal 21 Februari 1955, Sadako mulai masuk rumah sakit. Sadako didiagnosa terjangkit leukemia sebagai dampak bom atom. Ibunya menyebut sebagai “penyakit bom atom” (an atomic bomb disease).
Pada bulan November 1954, tumbuh cacar pada leher dan bagian belakang telinganya. Pada bulan Januari 1955, mulai timbul titik berwarna ungu pada kakinya. Pada tanggal 21 Februari 1955, Sadako harus dirawat di rumah sakit karena dokter mendiagnosa Sadako mengidap Leukemia dan divonis hanya dapat hidup paling lama satu tahun.
Pada tanggal 3 Agustus 1955, seorang sahabat karib Sadako yang bernama Chizuko Hamamoto datang menjenguk Sadako di rumah sakit dengan membawa kertas emas untuk membuat bangau kertas, karena berdasarkan kisah klasik Jepang, jika seseorang membuat seribu bangau kertas, maka permintaannya akan dikabulkan. Cerita yang berkembang menyebutkan bahwa Sadako hanya mampu menyelesaikan 644 bangau kertas sebelum kematiannya, dan sahabatnya meneruskan hingga 1.000 dan menguburkan semua bersama jasad Sadako. Cerita lain dari Hiroshima Peace Memorial Museum menyatakan bahwa pada akhir Agustus 1955, Sadako teleah menyelesaikan 1.000 bangau kertas dan meneruskan untuk membuat lebih banyak lagi.
Sejak saat itu Sadako mulai membuat paper crane untuk meminta kesembuhan bagi dirinya. Untaian bangau kertas digantung di atas tempat tidurnya dengan seutas benang. Meskipun Sadako punya banyak waktu di rumah sakit untuk melipat bangau, ia kehabisan kertas. Dia pun menggunakan medicine wrappings dan apa saja yang bisa ia pungut. Ia berkunjung ke kamar pasien lain untuk meminta kertas bekas bungkus bingkisan pengunjung yang datang mengunjungi pasien. Chizuko juga membawakan kertas untuknya. Sadako berkeinginan melipat 1000 bangau, tetapi sayang, ia hanya sanggup melipat 644 sebelum ajal menjemputnya.
Kondisi Sadako memburuk secara drastis, membuat kedua orang tua dan saudara-saudaranya sedih melihatnya sekarat. Ibunya membuatkan sebuah kimono bercorak bunga sakura supaya dapat dipakainya sebelum ia meninggal. Saat itu Sadako merasa kondisinya membaik sehingga ia dibolehkan pulang selama beberapa hari. Sadako berteman dengan seorang anak laki-laki bernama Kenji, seorang anak yatim, yang juga menderita leukemia tetapi sudah dalam stadium lanjut. Kenji sudah terkena dampak radiasi sejak ia dalam kandungan ibunya. Sadako mencoba memberi Kenji harapan dengan kisah bangau emas (The golden crane story), tetapi Kenji sadar akan kenyataan bahwa waktunya sudah dekat. Ibunya sudah lebih dulu meninggal, dan ia sudah belajar bagaimana cara membaca diagram darahnya (blood charts) dan sudah tahu bahwa ia sudah dalam kondisi sekarat. Saat di rumah Saat di rumah sakit, Sadako menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kematian Kenji, dan dia sangat terpukul. Sadako tahu bahwa gilirannya pun akan segera tiba.
Setelah keluarganya memaksanya untuk makan sesuatu, Sadako meminta teh hijau dan berkomentar “It’s good.” Kalimat itu adalah kalimat terakhirnya. Dikelilingi oleh keluarganya, Sadako meninggal dunia pada tanggal 25 Oktober 1955 pada usia 12 tahun. Teman-temannya menyelesaikan pembuatan bangau kertas sisanya hingga genap terkumpul 1000 bangau dan menguburkannya bersama jasad Sadako.
Sepeninggal Sadako, teman-temannya menerbitkan suatu koleksi surat-surat untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membangun sebuah monumen peringatan bagi Sadako dan semua anak yang meninggal akibat efek bom atom. Pada tahun 1958 sebuah patung Sadako memegang bangau emas berdiri di Hiroshima Peace Memorial Park, bangsa Jepang menyebutnya dengan nama Genbaku Dome. Di kaki patung terdapat sebuah prasasti bertuliskan:
“This is our cry. This is our prayer. Peace on Earth.”
(“Inilah jeritan kami. Inilah Doa kami. Damai lah di bumi”).
Di Seattle Peace Park juga terdapat patung Sadako. Sadako telah menjadi simbol dampak perang nuklir, mengingatkan betapa berbahayanya perang nuklir. Sadako juga menjadi pahlawan untuk gadis-gadis di Jepang. Kisah hidupnya diceritakan di sekolah-sekolah Jepang saat memperingati pemboman Hiroshima. Sebagai dedikasi untuknya, penduduk Jepang merayakan 6 Agustus sebagai National Peace Day.
Kisah Sadako menjadi terkenal pula di kalangan murid sekolah di luar Jepang karena ditulis menjadi sebuah novel. The Day of the Bomb ditulis seorang penulis berkebangsaan Austria Karl Bruckner. Sadako and the Thousand Paper Cranes pertama kali diterbitkan pada tahun 1977 ditulis oleh Eleanor Coerr. Robert Jungk juga menulis Children of the Ashes, di dalamnya ditulis pula kisah Sadako. Setiap tahun, ribuan paper crane dikirim oleh anak-anak dan orang dewasa dari seluruh penjuru dunia ke Hiroshima Peace Memorial Park. Burung bangau merupakan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik yaitu perdamaian tanpa penderitaan.
Kisah Sadako dapat menjadi pengingat bagi kita apa yang terjadi akibat perang terlebih jika suatu negara memilih untuk menggunakan senjata nuklir.
Burung bangau di Jepang merupakan salah satu mahluk mistis atau suci (selain naga dan kura-kura) yang dipercaya dapat hidup ribuan tahun. Thousand Origami Cranes (千羽鶴, Senbazuru) yaitu sebuah untaian seribu origami bangau kertas yang disatukan dengan benang. Ada sebuah legenda kuno Jepang yang konon menjanjikan bahwa siapapun yang dapat melipat seribu bangau origami akan dihadiahi “WISH” oleh sang bangau, seperti umur panjang, sembuh dari sakit.
Maka Senbazuru menjadi wedding gift yang populer untuk keluarga dan teman spesial. Si pemberi berharap pengantin mendapat seribu tahun kebahagiaan dan kesejahteraan. Dapat juga sebagai kado untuk bayi yang baru lahir agar berumur panjang dan mendapat keberuntungan. Menggantung Senbazuru di rumah dianggap membawa keberuntungan. Ada pula yang menggunakan sebagai matchmaking charm untuk gadis-gadis Jepang saat berusia 16 tahun. Sang gadis akan membuat 1000 bangau untuk diberikan kepada sang jaka yang dikaguminya.
Selamat Datang Di Dunia Malam

Tejemahan

Contributors

- Copyright © 2013 Dunia Malam -Simple Blog- Powered by Blogger - Designed by Fathan kamil -